Kafein… Kafeinn.. Kafeinnn…


Minum secangkir kopi atau teh hangat sepertinya sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang sulit dipisahkan. Mengongsumsi kopi di pagi hari seolah-olah bisa mendorong semangat bekerja. Atau, minum teh di sore hari yang dapat menyegarkan pikiran di saat lelah.
Terutama kini semakin menjamur kafe yang menyediakan minuman ini sebagai suguhan utama para pengunjungnya bercengkrama. Berbincang bersama rekan ditemani secangkir kopi, hmm tentu sangat nikmat.

Peneliti dari The Pharmacological Basis of Therapeutics, Dr J Murdoch Ritchie mengatakan, kafein yang terkandung dalam kopi dan teh dapat menambah detak jantung, melebarkan pembuluh darah dan mendorong aliran sampah cair ataupun padat dari dalam tubuh.

“Jadi terkadang orang akan merasakan kalau setelah meminum secangkir teh atau kopi tubuhnya akan terasa segar. Sebenarnya, mengonsumsi kafein dalam porsi yang tepat baik bagi tubuh,” tambah Ritchie.

Kafein dikenal dengan rasanya yang pahit dan berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung dan pernafasan. Tak heran jika sebagian orang merasakan lesu jika belum mengonsumsi minuman berkafein. Memang zat itu juga dapat menimbulkan kecanduan.

Dalam jumlah yang wajar kafein dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan, tapi akan berubah menjadi racun bila dikonsumsi secara berlebihan.

Jika Anda menyangka kafein hanya dapat ditemukan dalam secangkir kopi maka anggapan tersebut salah. Senyawa kimia alami itu dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman seperti teh, biji kelapa, buah cola, coklat dan beragam jenis minuman ringan. Selain itu, kafein yang juga terdapat dalam berbagai jenis obat flu, sakit kepala dan alergi.

Kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 100 hingga 150 miligram (mg). Sedangkan, dalam satu cangkir teh terdapat lebih kurang 40 mg kafein dan dalam satu batang coklat ukuran sedang adalah 20-60 mg kafein. Kemudian, dalam satu botol minuman kola berukuran 340 ml terdapat 40 hingga 60 mg kafein.

Yang perlu diperhatikan, kafein menjadi berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan karena kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme tubuh, menyebabkan sulit tidur, sakit kepala dan merangsang cairan dalam lambung sehingga menimbulkan rasa panas.

Kelebihan mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sering buang air kecil karena bersifat diuretik yaitu dapat dikeluarkan melalui air kencing. Selain itu, dapat menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi.

Menurut Ritchie, jumlah yang tepat berbeda untuk tiap orang. Yang bisa dijadikan pedoman adalah bahwa sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyebutkan efek-efek negatif kafein bila dikonsumsi dengan dosis di bawah 300 mg sehari.

Jika konsumsi kafein lebih dari 1 gram dalam satu hari, dikhawatirkan akan terjadi gejala seperti kejangan otot (muscle twitching), kekusutan pikiran dan perkataan, aritmia kardium (gangguan pada denyutan jantung) dan bergejolaknya psikomotor (psychomotor agitation) bisa terjadi. Keracunan kafein atau intoksikasi kafein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, khusus untuk wanita hamil, konsumsi kafein dalam taraf yang moderat sekalipun bisa meningkatkan potensi terjadinya keguguran. Badan Standar Makanan Inggris pernah menetapkan batas konsumsi kopi perempuan hamil adalah 300 mg atau sekitar empat cangkir per hari.

Namun, sebuah penelitian di Amerika mendapati 200 mg kafein membuat resiko keguguran dua kali lebih besar dibandingkan resiko perempuan yang tidak menyeruput kopi. Kafein yang banyak terdapat pada kopi, teh, soda, dan coklat hangat, disinyalir memberikan dampak negatif bagi ibu hamil. Apalagi jika dikonsumsi diluar batas maksimal.

Dianjurkan oleh Ritchie, selain membatasi kafein yang masuk ke dalam tubuh, yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein adalah memperhatikan proses pengolahan bahan minuman atau makanan tersebut.

“Kopi yang ditumbuk dengan cara tradisional rata-rata memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Demikian juga dengan teh, teh yang langsung diseduh dengan air panas tanpa menggunakan kertas saringan, memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi,” katanya. (berbagai sumber/ri)

(Sumber: http://forum.tabloidnova.com)

13 thoughts on “Kafein… Kafeinn.. Kafeinnn…

  1. Hehe… kopi memang dopping alami buat tubuh.😀
    Pernah saya minum kopi sejam sebelum olahraga, dan minum 2 sendok madu sebelum mulai. Segar sekali rasanya selama olahraga berat (lari dan sepakbola), sampe selesai masih terasa segar.🙂
    Tapi saya sadar sih ini ga boleh dilakukan terlalus sering, bahaya buat jantung.😉

  2. kalo saya punya maag, yang ga toleran sama kafein sama sekali,,
    dua teguk mocacinno aja, asam lambungnya udah langsung naik,,
    tergantung fisik orang masing masing si ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s