Tawadhu’ dalam berpakaian


Satu contoh ketawadhu’an  yang paling melekat dalam kehidupan kita, mulailah dalam masalah pakaian. Seorang laki-laik mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin bajuku bagus juga sandalku bagus. Apakah hal ini termasuk kesombongan?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, karena sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim no. 261 dan At-Tirmidzi no. 1999)

Sebagian orang beranggapan bahwa tawadhu’ dalam berpakaian berarti ia memakai pakaian yang usang. Anda jangan terpengaruh dengan anggapan orang bahwa orang beragama itu tidak mempunyai selera dalam berpakaian dan tidak mengikuti mode. Ia akan tetap berpakaian dengan rapi, baik, dan bersih. Itu yang harus dilakukan. Tetapi jangan takabur! Sebaliknya, katakanlah kepada orang bahwa orang-orang yang taa beragama itu adalah orang yang paling baik, termasuk dalam hal berpakaian.

(Sumber: ibid)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s