ANSYS 12 Meshing (Bagian 2)


Ini merupakan bagian dari kelanjutan tutorial ANSYS Modeling (Bagian 1). Untuk itu, kita mulai saja tahapan kedua ini

11. Tahap selanjutnya adalah melakukan meshing. Seperti cara yang pertama. Anda klik dan drag Mesh pada Component System. Untuk membuat link, caranya klik dan tahan Geometry pada Design Modeler dan arahkan ke Geometry pada Mesh. Apabila sukses kita lanjut ke tahapan berikut.

12. Klik ganda Mesh, akan muncul Window baru Mesh. Pilih cancel pada menu yang ada di sebelah kanan karena kita akan melakukan setting secara manual. Cara yang digunakan Mapping Mesh.

13. Klik kanan Mesh pada root Outline dan pilih Insert > Sizing.

14. Setelah itu, aktifkan Edge Selection  dan pilih 2 vertikal edge (Tips: untuk memilih edge lebih dari satu dengan cara menahan tombol ctrl+klik pada edge yang dimaksud) seperti gambar dan klik Apply.

15. Selanjutnya atur parameter untuk Sizing pertama sesuai gambar berikut.

16. Selanjutnya, kita pilih 2 horizontal edge dengan menggunakan cara yang sama. Apabila Anda selesai melakukannya, atur kembali parameter Sizing yang kedua seperti gambar berikut

Klik Mesh, klik kanan pilih insert dan klik Mapped Face Meshing. Klik kanan objek/model dan pilih Select All.

Apabila tidak terjadi masalah selama proses, klik kanan Mesh dan pilih Generate Mesh
18. Terakhir sebelum Anda mengimport hasil Mesh ke Fluent, kita terlebih dahulu harus member nama pada masing-masing edge (lebih diutamakan bagian inlet dan outlet). Carany sebagai berikut:
Pilih edge vertical pertama dan klik kanan, pilih Create Name Selection

Lakukan hal yang sama pada edge yang lain

Proses Meshing telah selesai, tutup window Mesh

Saya juga menyediakan tutorial video nya disini. Smoga bermanfaat

12 thoughts on “ANSYS 12 Meshing (Bagian 2)

  1. mas akbar kyknya byk ngerti ttg ansys nih,,hehehe
    saya blh tnya gk mas? saya mau analisis pake fluent dgn metode unsteady. klo unsteady itu yg dimodelkan unsteady itu apanya ya mas? apa boundary nya ato dibiarin aja stelah milih metode unsteady nya?
    mksh byk mas akbar.
    oya btw saya anak PN angkatan 06,,🙂

    1. Mf telat balas…🙂
      mengenai analisis transient, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

      1. Jangan lupa menggunakan PISO (Pressure Implicit with Splitting of Operators) untuk Solver Setting: Pressure-Velocity Coupling. Hal ini lebih cepat konvergen ketimbang menggunakan SIMPLE (Semi-Implicit for Pressure Linked Equation)..
      2. Gunakan jumlah iterasi per satuan waktu (Max Iteratioan/ Time Step) sekitar 20
      3. Gunakan initial condition sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dalam hal ini pergunakan data-data pengujian kamu yaa…
      4. Jangan lupa lakukan konfigurasi animasi mengingat analisis ini bersifat transient, berubaha terhadap waktu

      Itu sih dari saya, Semoga membantu😉

  2. salam, mas mau tanya input data yang telah dibuat meshnya gimana ya caranya? saya punya 7 titik pada pipa kayak diatas terus input data suhu pada masing2 titk tersebut gimana? mohon bantuannya mas.

  3. terima kasih mas materinya sangat membantu……klw ada waktu d lanjutin lg materinya aku ikutin langkah2nya soalnya baru nih menggunakan ansys…..terima kasih……

  4. Assalamualaikum..pak, saya mau tanya tentang ansys
    saya membuat side channel spillway dengan ansys (3D), nah untuk meshing sama solutionya bagaimana agar resultnya tergambar baik, karena waktu saya running muncul no rendering surfaces, itu bagaimana solusinya ? terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s