Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan


Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

Malu dan iman ibarat jalinan persahabatan yang tak terpisahkan. (HR Al-Muttaqi Al-hindi dalam Kanul Ummal no. 5756 dan At-Tibrizi dalam Misykatul Mashabih no. 5093)

Pengertianya, jika salah satu mengalami kekurangan maka yang lainnya pun akan mengalami hal serupa. Jika iman berkurang maka malu pun berkurang. Demikian pula sebaliknya.

Suatu saat Anda akan menjumpai seseorang menunggu di depan rumah, menunggu pintu pagarnya dibuka sembari membunyikan klakson sekeras-kerasnya tanpa henti. Di manakah letak malu?

Di waktu yang lain, Anda mungkin menjumpai salah seorang dari mereka berjalan sambil tertawa cekikikan. Di manakah letak malu?

Terkadang perbuatan tersebut dari orang-orang yang rajin shalatnya. Akan tetapi, di sana ada satu peringatan yang harus diperhatikan bahwa, “Malu dan iman ibarat jalinan persahabatan yang tak terpisahkan.

Anda harus ingat apa yang kami katakan sehingga kita dapat menghindari pemisahan antara ibadah dan akhlak. Dan agar kita tahu seberapa jauh kekuatan hubungan antara iman dan akhlak.

Jika Engkau ingin mengetahui seberapa jauh imanmu, maka lihatlah akhlakmu.

(Sumber: Semulia Akhlak Nabi hallallahu’alaihi wa Sallam, karangan Amru Khalid )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s